Pengalaman di Debat Orang

13.18


Dulu aku pernah ikut Rohis SMA, dan pengalaman pertama ikut Rohis yang kuingat adalah ketika ikut semacam pengajian, tapi modelnya seperti diskusi.

Jadi, pada pengajian normal, biasanya yang dibahas adalah agama. Tapi berhubung ini ceritanya pengajian yang "memang beda", kami bahas pesawat. Entahlah kenapa.

Materi dimulai dari pembukaan, ya..., kira-kira beberapa menit dan kemudian mulai dipantik oleh moderator. Ketika moderator bertanya "apakah akal manusia itu terbatas, atau tidak terbatas", ada satu laki-laki yang berpendapat bahwa akal manusia itu tidak terbatas. Berhubung aku memiliki pendapat lain, aku mengangkat tangan dan berpendapat bahwa akal manusia itu terbatas pada hal-hal yang tidak dapat dijelaskan secara rasional, sambil memberikan contoh-contoh dalam kehidupan nyata.

"Jadi... menurut Anda, akal manusia itu terbatas...," tanya laki-laki tadi, dengan penekanan di tiap kata. 

Gaya bicara anak ini agak unik. Tiap kalimat, pasti ada jeda 3 titik yang memberikan efek dramatis. Plus, dia selalu menambahkan kata-kata 'artinya'. Misal:

"Kenapa panas termasuk immateril... artinya... Panas itu tidak dapat di sentuh... dan di lihat... artinya... Panas itu sama seperti cinta yang berdasarkan penjelasan bapak yang termasuk materil... artinya... Panas itu tidak dapat di lihat ataupun di sentuh..."

"Umm... itu termasuk pertanyaan atau pertanyaan?" tanya Moderator yang menyiratkan akan kebingungan mendalam terhadap pertanyaan yang dilontarkan anak itu.

"Itu... pernyataan!"

Related image

"Iya," jawabku, penasaran dengan apa bantahan dia. Btw, aku juga iseng, sih, mau ngitung berapa kali dia mengucapkan kata 'artinya' dari awal.

"Anda tahu kendaraan...? Pada awalnya manusia berjalan dengan menggunakan kaki, artinya... Mereka kemudian berpikir untuk menggunakan cara yang lebih efisien untuk bepergian, artinya... mulai dari kuda dan unta, kereta kuda, dan kemudian berkembang menjadi mobil dan kendaraan pada zaman ini," kata laki-laki tadi dengan mata membara.

"Lho! Tapi kan ada hal-hal yang tidak bisa dijelaskan manusia dengan rasionalnya dia!" sahutku. "Kayak kalau aku tanya kamu: Berapa angka terkecil dan terbesar? Pasti jawabannya panjang banget kan? Kita emang nggak bisa menjelaskan yang di luar batas rasionlanya manusia!"

"Coba Anda lihat para korupsi-"

"Koruptor," ralatku dengan nada kesal.

"...Iya, koruptor," ralatnya. "Mereka itu kaya, namun mereka masih belum puas, artinya... Mereka berpikir dengan menggunakan akal mereka bagaimana caranya kaya, dan hal tersebut menimbulkan nafsu."

"Lho! Salah! Jadi menurutmu para koruptor itu mikir dulu baru punya nafsu?!! NOOO! Urutannya itu, mereka punya nafsu buat lebih kaya, terus mereka mikir gimana caranya, kemudian barulah caranya dengan korupsi tadi!"

Pada titik ini aku udah jengkel, dan yang lain cuma pada ketawa doang. Apa kek. Bantuin kek. Mungkin merasa tersinggung, laki-laki tersebut mengamuk.

"Anda tahu pesawat? PESAWAT! ANDA TAHU PESAWAT? PESAWAT! Pesawat itu ada karena manusia BERPIKIR! BERPIKIR! BERPIKIR MENGGUNAKAN AKAL! Jadi, akal manusia tidak terbatas karena manusia dapat menciptakan sesuatu!" hardiknya sambil mengarahkan telunjuknya ke arahku dan ke arah pelipisnya.


Image result for shock meme


Aku shock

"Sebentar! Tadi kan yang aku nanya tentang manusia punya nafsu dulu baru berpikir gimana caranya kaya! Kok malah melenceng?"

"ANDA TAHU PESAWAT BUKAN? ANDA TAHU? ANDA TAHU PESAWAT? PESAWAT!!!"

Bukannya mau melebih-lebihkan sampai pake capslock segala, tapi memang dia melontarkan kalimatnya sambil berteriak dan penuh penekanan yang menggebu-gebu.

Omongan tentang pesawat tadi akan terus berlanjut jika saja sang moderator tidak menengahi kami dan menjelaskan tentang topik awal yang dibahas tadi.

HA! Makan itu pesawat!

Lagian kekeuh banget, tapi lucu karena ada kata "artinya" di tiap penekanan kalimat. Kenapa, sih, harus "artinya"? Artinya.... kenapa "artinya".




----
Edit 2018

Wow, sesungguhnya diriku di tahun 2010 tidak tahu betapa lebih ngelus dada ketika berdebat dengan warganet zaman sekarang.

You Might Also Like

0 reaksi tertulis

Popular Posts

Like us on Facebook

Labels

Instagram